Jumat, 24 Juli 2015

Profil Plato



Ketika dilahirkan pada tahun 428 SM, Plato diberi nama Aristokles dan lahir di kota Athena. Plato juga seorang jago gulat terkenal yang kita kenal baik hingga sekarang itu julukannya. Ayahnya bernama Ariston, yang merupakan keturunan Kodrus, raja terakhir Athena. Dan ibunya bernama Solon, seorang keturunan peletak dasar hukum Athena yang legendaris.[1]
Plato merupakan putra Ariston dan Perictione sekitar tahun 429/428 SM di kota Athena dan wafat di kota yang samatahun 347 SM di saat dia berusia 80 Tahun. Ia berasal dari keluarga yang memegang peran penting dalam politik di kota Athena. Ariston, dalam kepercayaan masyarakat Yunani waktu itu, disebut sebagai penjelmaan Dewa Poseidon di bumi melalui Kodrus. Sementara Solon megantarkan kepada keluarga pembuat undang-undang pertama Yunani.
Namun, perkembangan politik dimasanya tidak memberikan kesempatan padanya untuk mengikuti jalan hidup yang dia inginkan dan ia lahir saat 3 tahun setelah perang besar Pelioponesia antara Athena dan Sparta. Jadi, posisi Plato pada masanya menjadi kuat, karena salah satu faktornya adalah kepercayaan bangsa Yunani Kuno yang menganggap bahwa Plato adalah bagian dari keturunan dewa. Kalau dilihat dari bentuk kepercayaan yang lain, ada beberapa bangsa lain yang memilkinya.  Misalnya, masyarakat Jawa yang meyakini bahwa jabatan raja atau presiden sebagai bagian dari Tuhan.[2]


[1]Paul Strathern, 90 Menit bersama Plato, (Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2001) hlm. 7.
[2]Muhammad Sholikhin, Filsafat dan Metafisika dalam Islam, (Yogyakarta: Narasi, 2008) hlm.120.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar